Contoh Kingdom Animalia : Ciri Dan Klasifikasinya

Contents [Hide]

    Contoh Kingdom Animalia : Ciri Dan Klasifikasinya

    Materi Kingdom Animalia

    weareglory.com –   Dunia hewan (Animalia) adalah suatu kingdom yang anggotanya beragam dimuka bumi. Baik dari bentuk tubuh, tempat hidup, makanan, perkembangbiakkan, dan lain lain. Dimuka bumi ini terdapat hewan yang merugikan dan juga menguntungkan dalam kehidupan sehari-hari. Hewan banyak mengandung protein yang berperan penting untuk tubuh. Hewan juga sangat berperan penting dalam keseimbangan ekosistem di muka bumi ini. Tanpa adanya hewan dimuka bumi ini akan terjadinya ketidak seimbangan dalam ekosistem.

    Ciri-Ciri Animalia

    Dikutip Dari GuruPendidikan Animalia atau Hewan dalam Bahasa Latin Anima yang berarti jiwa. Hewan merupakan makhluk hidup yang bersifat multhiseluler, eukariotik, tidak memiliki dinding sel, heterotrof, mampu bergerak aktif yang didukung oleh jariangan saraf dan jaringan otot, sebagian bereproduksi secara seksual yang terjadi melalui fertilisasi eksternal atau internal, serta memiliki bentuk tubuh dan organ-organ yang bervariasi.

    Bentuk tubuh hewan dapat dibedakan berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusunan tubuh. Berdasarkan simetri tubuh, hewan dibedakan menjadi simetri radial dan simetri bilateral sebagai berikut :

    • Simetri radial ialah bagian bentuk tubuh hewan yang tersusun melingkar. Hewan dengan simetri radial memiliki sisi oral dan aboral. Hewan dengan bentuk tubuh radial sering disebut hewan radiata. Hewan radiata meliputi Porifera, Coelenterata, dan Enchiodermata.
    • Simetri Bilateral ialah bagian bentuk tubuh hewan yang tersusun bersebelahan dengan bagian yang lainnya. Hewan bilateral mempunyai sisi dorsal, ventral, sisianterior, dan posterior.

    Berdasarkan Lapisan Penyusunan Tubuh hewan dibedakan menjadi diploblastik dan triploblastic sebagai berikut :

    • Hewan diploblastik merupakan hewan yang memiliki lapisan ektoderm (epidermis) dan endoderm (gastrodermis). Hewan yang termasuk displobatik meliputi hewan kelompok coelenterata.
    • Hewan triploblatik merupakan hewan yang memiliki lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Hewan triploblastik dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
    1. Triploblastik Aselomata, merupakan hewan triploblastik yang tidak memiliki rongga di antara saluran pencernaan dan dinding tubuh. Contohnya Platyhelminthes (cacing pipih).
    2. Triploblastik Pseudoselomata, merupakan hewan triploblastik yang memiliki rongga tubuh yang tidak sepenuhnya dilapisi jaringan dari mesoderm. Contohnya Nematoda (cacing gilik).
    3. Triploblastik Selomata, merupakan hewan triplolastik yang memiliki rongga tubuh (selom) sejati dan dilapisi oleh jaringan yang berasal dari mesoderm. Contohnya Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Vertebrata.

    Ciri-Ciri dan Klasifikasi Invertebrata

                Invertebrata merupakan bagian dari klasifikasi kingdom animalia yang dalam Bahasa latin berasal dari kata in yang berarti tanpa dan vertebrae yang berarti tulang belakang. Invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Hewan invertebrata dikelompokkan ke dalam beberapa filum sebagai berikut  :

    1. Filum Porifera (Hewan Spons)

    Porifera berasal dari Bahasa Latin porus (lubang kecil) dan ferre (membawa). Porifera adalah hewan yang mempunyai tubuh berpori dan juga disebut sebagai hewan spons. Porifera merupakan anggota Animalia yang paling primitif. Sebagian besar porifera hidup di laut dan sebagian kecil di air tawar. Porifera hidup secara heterotrof, serta tersusun dari pinakosit dan koanosit.

    Porifera memiliki saluran air yang unik. Berdasarkan tipe saluran air, bentuk tubuh porifera dapat di bedakan menjadi tiga tipe, yaitu :

    • Tipe Askonoid

    Askonoid merupakan tipe yang paling sederhana dimana lubang-lubang langsung di hubungkan dengan saluran lurus menuju spongosol. Contohnya Leucosolenia sp.

    • Tipe Sikonoid

    Sikonoid merupakan tipe saluran dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Contohnya Sycon ciliatum.

    • Tipe Leukonoid atau Rhagon

    Leukonoid merupakan tipe saluran dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan spongosol. Contohnya Spongia sp.

    Berdasarkan karakteristiknya filum Porifera terbagi menjadi tiga kelas yaitu :

    • Calcarea (Calcispongiae)

    Calcarea berwarna pucat, tinggi kurang dari 15 cm, permukaan tubuh berbulu, serta rangka tubuh bersifat kalkareus. Spikula berbentuk monaxon dan triaxon. Calcarea banyak tersebar di laut dangkal seluruh dunia. Contohnya Sypha sp., Cerantia sp., Sycon sp., Leucon sp., Chathrina sp.

    • Hexactinellida (Hyalospongiae)

    Hexactinellida memiliki tinggi tubuh 90 cm, spikula mengandung banyak benang silikat dan berbentuk triaxon dengan enam cabang, dan bentuk hewan menyerupai gelas, silinder, atau corong. Contohnya Euplectella aspergilium, Pheronema, Hyalonema sp.

    • Demospongiae

    Demospongiae bertulang lunak dan tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memiliki rangka, rangkanya tersusun dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari zat silikat dan spikula berbentuk monaxon atau tetraxon. Contohnya Euspongia sp., Callyspongia sp., Clionia sp.

    • Filum Coelenterata/Cnidaria

    Coelenterata berasal dari kata coelos yang berarti rongga dan enteron yang berarti usus. Coelentera adalah hewan invertebrata yang memiliki rongga tubuh sebagai alat pencernaan makanan (gastrovaskuler). Coelenterata merupakan hewan diploblastik atau tersusun dari dua lapis sel, yaitu ektoderma dan endoderma.

    Coelenterata/Cnidaria sebagain besar hidup di air laut dan hanya beberapa spesies yang hidup di air tawar. Mereka hidup di perairan dangkal dan berkoloni, serta heterotrof sebagai karnivora.

    Filum Coelenterata dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu :

    • Kelas Hydrozoa

    Sebagian besar hidup di air laut serta beberapa di air tawar, hidup berkoloni dan ada pula soliter. Anggota hydrozoa yang hidup berkoloni bentuk tubuh polip dan medusa, contohnya Obelia. Sedangkan hydrozoa yang hidup solider hanya mempunyai bentuk tubuh polip, contohnya Hydra.

    • Kelas Scyphozoa

    Merupakan hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut. Pada siklus hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominan. Contohnya Aurelia Aurita.

    • Kelas Anthozoa

    Merupakan hewan laut yang memiliki bentuk tubuh mirip bunga. Anggota kelas ini hidup di laut sebagai polip soliter maupun koloni dan tidak memiliki bentuk medusa. Contohnya Metridium senile dan Giant green anemone.

    • Filum Platyhelminthes

    Platyhelminthes dalam Bahasa yunani platy yang berarti pipih dan helminthes berarti cacing. Platyhelminthes adalah cacing yang berbentuk pipih dan memiliki tiga lapisan yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma, serta hidup secara parasit dan ada juga yang hidup bebas di perairan. Platyhelmintes dibagi menjadi tiga kelas yaitu :

    • Kelas Turbellaria (Cacing berambut getar)

    Memiliki bentuk tubuh seperti tongkat. Kelompok cacing ini hidup di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Contohnya Planaria sp.

    • Kelas Trematoda (Cacing isap)

    Hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan. Cacing ini umumnya hidup di dalam hati, paru-paru dan usus. Contohnya Fasciola hepatica.

    • Kelas Cestoda (Cacing pita)

    Kelompok cacing ini memiliki tubuh berbentuk pipih panjang menyerupai pita, serta merupakan endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata dan bersifat hermafrodit.  Contohnya Taenia solium.

    • Filum Nemathelminthes

    Nemathelminthes (cacing gilig) adalah filum mempunyai bentuk tubuh silindris, permukaan tubuh ditutupi oleh kutikula, tubuh tersusun triploblastik pseudoselomata dan hidup secara parasit. Contohnya Ascaris lumbricoides, Wuchereria bancrofti dan Oxyuris vermicularis.

    • Filum Annelida

    Annelida dalam Bahasa latin berasal dari kata annelus yang berarti cincin kecil dan eidos yang berarti bentuk. Annelida adalah cacing yang memiliki bentuk seperti sejumlah cincin kecil yang diuntai, bersifat triploblastik, dan selomata. Berdasarkan jumlah parapodia, setae, dan rambut annelida dibagi menjadi tiga kelas yaitu :

    • Kelas Polychaeta (Cacing Berambut Banyak)

    Merupakan annelida yang hidup dalam pasir atau menggali batu-batu di daerah pasang surut air laut, memiliki banyak seta, tubuh dilapisi kutikula dan bergerak dengan parapodia. Contohnya Eunice viridis (cacing wawo), Lysidice oele (cacing palolo),  Neris virens (kelabang laut).

    • Kelas Oligochaeta (Cacing Berambut Sedikit)

    Merupakan annelida yang memiliki sedikit seta, sebagian hidup di air tawar, namun ada pula di air laut, air payau, dan  darat (tanah yang lembab). Contohnya Lumbricus terrestris, Pheretima musica, Pheretima posturna.

    • Kelas Hirudinea (Lintah)

    Merupakan cacing yang hidup sebagai ektoparasit pada permukaan tubuh inang, bentuk tubuh agak pipih, memiliki segmentasi di luar tubuh, serta tidak mempunyai rambut, parapodia, dan setae. Contohnya Hirudo medicinalis dan Haemadipsa zeylanica.

    • Filum Mollusca

           Mollusca dalam Bahasa latin molluscus yang berarti lunak. Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, tidak beruas-ruas, triploblastic, selomata dan ada yang bercangkang serta tidak bercangkang. Mollusca hidup di laut, air tawar dan darat. Berdasarkan simetri tubuh, bentuk kaki, cangkang, dan mantelnya Mollusca dibedakan menjadi lima kelas sebagai berikut :

    • Kelas Amphineura (Kiton)

    Merupakan hewan yang bentuk tubuhnya bulat telur, pipih dan simetri bilateral, kaki vertal memanjang, mempunyai ruang mantel yang mengandung insang dan hidup di laut yang umumnya melekat di dasar perairan. Contohnya Chiton sp. dan Cryptochiton sp.

    • Kelas Gastropoda

    Merupakan kelompok hewan lunak yang bergerak menggunakan otot perutnya, memiliki cangkang berbentuk spiral dan bentuk tubuhnya sesuai dengan bentuk cangkangnya. Contohnya Achatina fulica dan Vivara savanica. Namun terdapat juga vaginula (siput telanjang), contohnya Deroceras reticulatum dan Milax gagtes.

    • Kelas Scaphopoda

    Merupakan kelas yang memiliki cangkang berbentuk kerucut atau tanduk yang terbuka di kedua ujungnya. Contohnya Dentalium vulgare.

    • Kelas Cephalopoda

    Merupakan hewan yang mempunyai kaki di kepala dan tubuhnya simetris bilateral, sebagian besar tidak memiliki cangkang, kulit tubuh dapat berubah warna, serta terdapat kantong tinta untuk perlindungan diri. Contohnya Loligo pealii, Octopus sp., Sepia officinalis  dan Nautilus pompilius.

    • Kelas Pelecypoda (Lamellibranchiata atau Bivalvia)

    Merupakan hewan yang mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, sepasang cangkang, berkaki pipih, dan mempunyai insang berlapis-lapis. Cangkang tersusun dari lapisan periostrakum, prismatic dan nakreas. Contohnya Anotoda dan Pinctada mertensi.

    • Filum Enchinodermata

                Merupakan kelompok hewan berkulit duri, triploblatik, rangka tubuh tersusun atas zat kapur, bergerak dengan kaki ambulakral. Sistem pembuluh air berfungsi untuk bergerak, bernafas, dan untuk membuka cangkang mangsa. Sistem pembuluh air tersusun dari madreporit, madreporikus, sirkomolaris, saluran radialis, saluran lateral dan ampula. Berdasarkan bentuk tubuhnya enchinodermata dibedakan menjadi lima kelas sebagai berikut :

    • Kelas Asteroidea

    Memiliki bentuk seperti bintang dan di lengkapi pediselaria, seluruh permukaan tubuh ditutupi duri yang tersusun dari zat kapur, serta hidup di daerah pantai atau dasar laut yang tidak terlalu dalam. Contohnya Astropecten duplicatus, Crossaster papposus dan Oreaster occidentalis.

    • Kelas Echinoidea

    Memiliki bentuk tubuh bulat dan termasuk simetri radial, seluruh tubuh berkulit duri yang digerakkan oleh otot dan digunakan untuk berjalan, serta hidup di derah pantai, di atas batu karang, dasar laut, dalam lumpur, atau muara sungai. Contohnya Echinos esculenta, Diadema saxtile, Strongylocentrotus sp.

    • Kelas Ophiuroidea

    Mempunyai bentuk tubuh seperti bintang dengan lima lengan yang panjang dan beruas. Contohnya Ophiothrix fragilis.

    • Kelas Crinoidea

    Mempunyai bentuk tubuh seperti bunga lili dan simetri bilateral. Umumya hidup di laut dalam dengan menempel di dasar laut, barisan koral, atau membentuk tanaman laut. Contohnya Holopus dan Antedon.

    • Kelas Holothuroidea

    Mempunyai bentuk tubuh simetri radial dan sering disebut teripang atau mentimun laut. Contohnya Holothuria sp.


    Peranan Animalia dalam Kehidupan

    • Peran Invertebrata dalam Kehidupan

    Porifera dapat bersimbiosis dengan bakteri membetuk bioaktif yang berguna sebagai bahan baku obat. Selain itu, rangka demospongia juga dimanfaatkan sebagai alat penggosok badan dan pembersih kaca. Lingkungan terumbu karang yang merupakan habitat dari berbagai hewan dan satwa air lain terbentuk oleh anggota coelenterate. Jelly fish dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan karena mengandung protein tinggi dan sebagai bahan pembuatan kosmetik.

    Cacing tanah yang merupakan anggota annelida bermanfaat sebagai penghancur sampah sebelum di uraikan  serta dapat membantu menggemburkan tanah. Beberapa jenis annelida dapat di konsumsi oleh manusia sebagai sumber protein seperti cacing palolo dan cacing wawo. Selain itu lintah juga banyak di manfaatkan dalam bidang pengobatan.

    Beberapa Mollusca seperti siput, kerang, sotong, dan cumi-cumi merupakan sumber protein sehingga banyak dikonsumsi manusia. Selain sebagai bahan makanan, Mollusca juga menghasilan bahan periasan yang bernilai ekonomi tinggi. Teripang banyak dimanfaatkan manusia sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan.

    Anggota crustaceae yang berupa zooplankton merupakan penyusun mata rantai di ekosistem laut serta merupakan sumber makanan yang mengandung protein tinggi. Serangga merupakan penyusun mata rantai yang turut membantuk terbentuknya keseimbangan ekosistem seperti lebah dan kupu-kupu yang membantu penyerbukan bunga. Selain itu, serangga banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai makanan.

    Selain menguntungkan, beberapa jenis invertebrata yang dapat merugikan kehidupan manusia. Seperti cacing Wuchereria bancrofti  yang menyebabkan penyakit kaki gajah. Selain itu anggota Mollusca seperti bekicot dan jenis Arthopoda isopoda dan acharina dapat merugikan manusia.

    • Peran Vertebrata dalam Kehidupan

    Anggota vertebrata seperti pisces, aves, dan mamalia dimanfaatkan manusia  sebagai sumber makanan karena mengandung protein tinggi. Selain sebagai makanan vertebrata juga di manfaatkan sebagai saranan hiburan dan periwisata seperti pisces, reptilia, dan mamalia.

    Beberapa jenis vertebrata seperti tikus dan kalong dapat menimbulkan gangguan pada manusia seperti tikus yang menyerang tanaman padi dan kalong yang memakan buah-buahan hasil budidaya manusia.

    Baca Juga :


    Contoh Kingdom Animalia : Ciri Dan Klasifikasinya | admin | 4.5